Jumat, 17 Juli 2009

psychology, success, victory, defeat, win, lose, expectation, champion, life

Picture yourself as follow: You were in the final lap of a race; you're now in the first position, leading all the way with the victory almost in your hand. You could smell the champagne and the beat of your heart is immeasurable. Instantly, you push your car, you can't wait to pass the finish line. Then suddenly in the last corner of the circuit, your engine begin to malfunction, it stops working and the car losses power. Finally your car is stopping only a hundred meters before the finish line.

What is your reaction? You feel like the sky is falling onto you. You want to cry, all of the hope desert you and hurting your pride. You're frustrated and begin to walk with the shoulder down just like a prisoner.

The situation you've pictured above is an analogy of what often happen in our real life. With the so high expectation we end up with nothing but a great disappointment. You thought that you have made a perfect plan then suddenly everything is working against you and left nothing on your favor. What's wrong in this situation?

Some know how to deal with pressure and some don't. Some people enjoy being pressured and the others think they destined to be a loser of life.

Just like in any sports, in this life you have to take victories and defeats. Although you work hard and make a perfect plan, you can't always aim for success in everyday. There will be a moment-even once in a lifetime-which things are going not on your side. There may be people who are more passionate than you, luckier, may be in a slightly advantageous position. Most of the time, you will not realize this possibility. When you in the hardest condition of your life you simply feel that you are not born to be a champion, and hence, nothing you can do can give you a favor.

It takes time and requires maturity to accept things as they are. Sometimes, it's hard to keep your head cool and keep strive to do your best regardless of the outcome will be.

Your expectation might favor you or not at all. A wise man once said that the higher the level of the expectation, the lower the level of the satisfaction. And it's right. The future is not yours to see. You don't have to think about anything in the future. Just think about present and give your best. Live your moment now. The only reality is the current situation. The past couldn't be relived and the future might not ever come.

Now, picture yourself back in the race, but in slightly different moment. Instead of the situation in the final lap, now you roll back to the beginning: before the start. This is the final race of the season and you are leading the championship by only 1 point ahead of your toughest competitor. You were the pole sitter. The expectation of yours and your fans is agonizingly high. You really want to win. The excitement inside is above the limit and simply put your heart nearly flame.

Then you think deeper, that this sport is what it is. It's just for fun, thrill, exhilaration and delight. You don't have anything to do with the fact that your name will be written the records book or not! You don't care whether you will finish in the top ten or not. You just want to do your job that you love as well as you can and the finish line is a different world which you will think later.

Similar in the real life, you have to learn to adapt and accept it. You also have to learn to live for yourself, your own ideals, your own goals, and your own reality. The hell it matters of what people might think, you will not be swayed by all of the emotion and praise. Whether the others slam you or raise you to heaven, it's all the same for you.

You give your best. With the very normal expectation you live your life as it is. Sometimes you fail yourself, sometimes life pushes you around. But you never complain, you just go on, calmly, and trying to do your best.

Life is about your choose. You can blame others for your defeat, or you might learn from it and strengthen your steps to coast the next victory. A defeat today only means that you have to win tomorrow. Do not shed tears over failure and always control your expectation. Do everything for yourself, for your own pride. The result will follow, including the success.

Rendy Azhari Widhi Satria Dalimunthe or simply Rendy Dalimunthe is the young talented author of a thousand powerful articles. His work ranging from self improvement, sports, until internet marketing. He has learn from many sources and now ready to spread all of his knowledge through the articles.His new project is related to e-book business which will be launch in the upcoming future.

mu batal tampil di indonesia

Batalnya Manchester United datang ke Indonesia sangat disesalkan pihak Setan Merah. Dalam pernyaatan di situs resmi klub, MU jadi tidak bisa menyelesaikan kewajibannya untuk para fans.

Keputusan pembatalan itu sendiri datang setelah mereka berdiskusi dengan beberapa pihak. Termasuk dengan Kementerian Luar Negeri Inggris dan PSSI.

"Menyangkut ledakan di Jakarta dan salah satunya adalah hotel tempat tim menginap serta setelah menerima beberapa saran, klub tidak bisa memenuhi kewajibannya untuk bertanding di Jakarta pada tur Asia 2009," demikian pernyataan resmi klub.

"Kami sangat menyesalkan tak bisa berkunjung ke Indonesia dan berterima kasih pada pengurus sepakbola Indonesia dan para fans. Kami berduka cita pada mereka yang menjadi korban ledakan."

MU rencananya akan melawan Indonesia All Star pada Senin 20 Juli 2009 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Namun ledakan yang terjadi di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton pada Jumat 17 Juli 2009 pukul 07.40, membuat rencana itu batal. Ritz Carlton sendiri tadinya akan jadi tempat menginap MU selama empat hari.

bom marriot II di jakarta

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Amerika Serikat dan Kanada mengeluarkan pernyataan mengutuk keras peledakan bom di JW Marriot dan Ritz Carlton pada Jumat 17 Juli pagi.

"Kami terkejut, sedih, dan marah mendengar 3 titik ledakan bom di kawasan Kuningan Jakarta yang menewaskan dan mencederai warga Indonesia dan warga asing. Cara-cara kekerasan bukan jati diri bangsa Indonesia dan tidak akan menyelesaikan persoalan," kata Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah PIP PKS Amerika Serikat dan Kanada Rudi Himawan, Sabtu (18/7/2009).

Oleh sebab itu, lanjut Rudi Himawan, PIP PKS Amerika Serikat dan Kanada mengutuk keras pelaku dan dalang pemboman di Jakarta.

Selanjutnya, menyerukan kepada aparat yang berwenang untuk segera mengusut tuntas dan menghukum pelaku dan dalang pemboman ini dengan hukuman yang memberikan efek jera.

"Kami juga mendoakan para korban agar diberikan kesabaran dan kesembuhan serta menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang kehilangan saudaranya. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, waspada, dan menjaga ketertiban dan kedamaian," ujarnya.

Rudi Himawan juga mengajak semua elemen untuk menjaga persatuan dan kesatuan. "Jangan sampai paska pileg dan pilpres ini menjadi ajang pertentangan yang terus membesar seperti pertentangan yang terjadi di Iran," pungkasnya

bom marriot II di jakarta

Peledakan kembali terjadi di Indonesia. Kali ini bom meledak di dua lokasi berbeda di Jakarta, Jumat 17 Juli pagi sekitar pukul 07.45 WIB. Ledakan pertama terjadi di Hotel JW Marriott dan ledakan kedua di Hotel The Ritz Carlton Jakarta.

Sejauh ini jumlah korban mencapai 64 orang, sembilan di antaranya tewas. Kepolisian masih menyelidiki pelaku maupun motif peledakan tersebut. Jumat kelam di Jakarta menambah panjang deretan peristiwa pengeboman di Tanah Air. Menurut catatan yang dihimpun, sepanjang 2000-2009 di Indonesia tercatat telah terjadi 22 pengeboman, baik dalam skala kecil maupun skala besar.

Dari jumlah itu, ledakan bom telah menelan korban jiwa hingga 1.105 orang. Sebanyak 332 orang di antaranya tewas, sementara 789 orang sisanya luka berat dan luka ringan. Jika dipetakan berdasarkan lokasi,peledakan bom sepanjang 2000- 2009 terjadi di berbagai wilayah, baik di Jakarta maupun di daerah. Dilihat dari sasarannya, pelaku pengeboman kebanyakan melancarkan aksinya di tempat-tempat publik seperti kantor, hotel, atau gereja.

Pelaku bahkan tidak segan-segan melakukan pengeboman di pasar tradisional, tempat di mana orang-orang bertransaksi dan berlalu lalang seperti di Poso dan Palu pada 2005. Keduanya di Sulawesi Tengah. Dari sekian kasus peledakan bom di Indonesia, tidak sedikit pula motif pelaku ditujukan terhadap upaya menyulut sentimen antarkelompok.

Pelaku melancarkan aksinya di tempat-tempat yang bernuansa simbolis dengan tujuan membangkitkan reaksi dari kelompok lainnya. Peledakan bom yang sarat modus provokasi ini terutama terjadi di dua tempat. Pertama, bangunan yang menjadi simbol hubungan antarbangsa.

Kedua, bangunan yang menjadi simbol antaretnis atau agama. Modus peledakan bom yang terkait hubungan antara Indonesia dan pihak asing itu misalnya pada kasus Bom Bali I (2002), Bom Bali II (2005), Bom Marriott I (2003), Bom Marriott II dan The Ritz Carlton (2009), serta peledakan Kantor Kedubes Australia (2004), Malaysia (2000),dan Filipina (2000).

Dalam kasus Bom Bali I dan MarriottI, motivasi itu jelas muncul karena lokasinya banyak didiami orang asing. Sentimen terhadap asing melalui serangan bom terhadap properti yang merupakan representasi asing juga muncul dalam kasus peledakan di usaha waralaba KFC (2001) dan McDonald's (2002).

Keduanya terjadi di Sulawesi Selatan. Sementara nuansa hubungan antaretnis muncul dalam serangkaian peledakan bom di Sulawesi Tengah, peledakan bom di sejumlah gereja di sejumlah daerah Indonesia pada malam Natal (2000) atau Tahun Baru (2002). Jika mengacu kepada data tersebut pula, diketahui bahwa peledakan bom kerap dilakukan secara bunuh diri. Hal itu misalnya terjadi pada Bom Bali II atau Bom Marriott I.

Tidak diketahui mengapa pelaku melakukan tindakan yang berada di luar nalar. Yang jelas, terorisme atau bunuh diri dengan alasan apa pun tidak dibenarkan dalam ajaran agama atau kepercayaan mana pun. Peledakan bom di Indonesia amat memilukan lantaran tidak hanya telah menelan banyak korban jiwa dan kerugian materiil.

Peledakan bom tersebut sebuah tragedi kemanusiaan dan menimbulkan implikasi yang besar di bidang politik, ekonomi, pariwisata, dan hubungan internasional. Peristiwa tersebut sekaligus menandakan bahwa ancaman terorisme ternyata masih nyata di Tanah Air. Masyarakat kini menuntut pihak aparat penegak hukum terutama Polri untuk menyelidiki, mengejar para pelaku, dan menuntut siapa pun pelaku pengeboman ke meja hijau.

Sejauh ini, kinerja kepolisian dalam upaya perang melawan teror sudah cukup memuaskan seperti ditunjukkan dengan banyaknya pelaku yang sudah dieksekusi. Beberapa prestasi polisi yang paling monumental misalnya dalam mengungkap pelaku tragedi Bom Bali I. Polri berhasil menangkap otak pengeboman yaitu Amrozi, Imam Samudra, dan Ali Ghufron alias Mukhlas.

Ketiganya juga sudah dieksekusi hukuman mati pada 9 November 2008. Selain mengungkap kasus Bank Bali, kepolisian juga berhasil menangkap sejumlah otak pengeboman lain seperti Irwan bin Ilyas (Bom BEJ), Rois (Bom Kedubes Australia), termasuk perakit bom Bali I Dr Azahari yang tewas dalam penyergapan polisi November 2005. Sayangnya, masih banyak pelaku pengeboman yang saat ini masih buron.

Sudah menjadi tanggung jawab kepolisian untuk menjamin rasa aman publik, terutama rasa aman dari ancaman teror. Terorisme adalah ancaman menakutkan bagi masyarakat karena ancaman itu tidak bisa diprediksi dan bisa terjadi terhadap siapa saja, kapan saja, di mana saja. Kita tidak ingin tragedi kemanusiaan ini kembali terulang di masa yang akan datang.

bom marriot II di jakarta

Aksi biadab kembali terulang di jantung Indonesia, Jakarta, pada Jumat 17 Juli pagi. Bom meledak di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Tak urung, kejadian itu dipastikan mencoreng citra Indonesia di mata dunia internasional.

"Tragedi ini adalah tindakan yang tidak berprikemanusiaan dan bertentangan dengan nilai-nilai agama mana pun di muka bumi. Tragedi ini kembali merusak citra bangsa Indonesia sebagai bangsa yang beradab di mata internasional dan mencoreng upaya perbaikan citra bangsa serta menodai upaya pembangunan bangsa Indonesia yang sedang dilakukan segenap komponen bangsa," kata Muhamad Arifin, Presiden Pusat Informasi dan Pelayanan Partai Keadilan Sejahtera Australia New Zealand (PIP PKS ANZ) kepada okezone, Sabtu (18/7/2009).

Oleh karena itu, PIP PKS ANZ mengecam dengan keras tindakan peledakan bom di Hotel Marriott dan Hotel Ritz Carlton. "PIP PKS ANZ minta aparat yang berwenang untuk mengusut tuntas dan mengadili pelaku pemboman seadil-adilnya," tandasnya.

Selanjutnya, PIP PKS ANZ menyampaikan ungkapan belasungkawa secara tulus dari hati yang paling dalam kepada seluruh korban dan keluarganya.

"PIP PKS ANZ mengimbau agar segenap bangsa Indonesia bersabar atas musibah dan berdoa semoga Allah SWT memberikan keselamatan pada kita semua," kata Muhamad Arifin. (

pementasan tea...

tanggal 13,14,15 juli kemaren adalah hari yang melelhkan buat gw..
bolak-balik dateng ke skul..padahal ci gw dah ga ad urusan lagi ke skul..

nah tanggal segitu th sekolah-sekolah di indonesia lagi pada mengadakan mos (masa orientasi siswa)..ceritanya gw dateng ke skul th karna bantuin teater demo ekskul karna sebagai alumni yah wajib lah untuk membantu..padahal yah dulu ci gw pernah ngemos tapi sebagai anggota osis..yh waktu balik ke skul gitu kyak ngerasa de ja vu gt..hhe aneh emank yah..

ok balik lagi di pementasan teater..jadi th demo ekskul dibagi menjadi 2 hari..hari pertama kita promo ke kelas gt..n kbetulan gw ambil bagian..hhe dapetnya di kelas x6..dengan tema anak badung dibantu juga loh ama osis 2008.. kira-kira begini deh demox..

gw : asslm semuax kita dari ekskul......
(tiba-tiba dateng fitri yg nyamar sebagai anak badung.)

fitri; akh pda rese yh lu smua..biarin donk gw telat dtengx..
osis 08 : eh rese yh lu anak baru dh telat ga sopan lagi..
(anak-anak klas 1 pada kaget)

gw : maaf yah gw lagi mw promo ekskul tlong yg sopan
fitri: siapa lu ngatur-ngatur gw..
osis 08 : wah makin kurang ajar yh nh anak..

dengan keahlian berakting..hhehhe kita semua skses ngebuat suasana di kelas jadi rame
malah ad yang kesel juga am fitri..hhe

dan ding dong endingx nh

gw : udah dh lu ga usah bnyk akting..
fitri : lu jg gw tw lu lg akting kan..
(kelas 1x pada terdiam n kaget..n mereka semua tertawa)

gw fitri eri :hahaha..kiat dari ekskul teater..

ternyata akting tuh asik yh..

hhehhe

pementasan tea...